Jakarta | Informasi TV – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Romo Muhammad Syafii menggagas Simposium Nasional MN KAHMI bertajuk “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.
Simposium Nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad KAHMI ke-60 tahun sekaligus menjadi forum konsolidasi pemikiran alumni HMI untuk membahas berbagai persoalan strategis serta merumuskan gagasan bagi umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini diikuti hampir 1.000 peserta dari keluarga besar MN KAHMI yang datang dari berbagai daerah.
Kegiatan dibuka pada Rabu (9/9/2026) oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, antara lain Ketua Dewan Penasihat MN KAHMI Ir. Akbar Tanjung, Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia, dan Dr. Sutomo.
Pada hari pertama, simposium menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dewan Penasihat MN KAHMI Fuad Bawazier, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Hariyadi.
Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa alumni HMI memiliki kontribusi besar dalam perjalanan umat, bangsa, dan negara. Karena itu, ia berharap Simposium Nasional MN KAHMI dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang memberikan manfaat bagi kemajuan Indonesia.
Koordinator Presidium MN KAHMI Romo Muhammad Syafii mengatakan rekomendasi itu dirumuskan melalui Simposium Nasional MN KAHMI bertajuk KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa yang berlangsung di Komplek Parlemen, Jakarta, pada 9–10 September 2026.
“Ini adalah bentuk kontribusi KAHMI dalam memberikan pemikiran dan solusi bagi pembangunan serta masa depan Indonesia,” kata Romo
Ia mengatakan, hasil simposium tidak hanya menjadi pembahasan internal organisasi, tetapi akan diformulasikan menjadi usulan kebijakan bagi pemerintah.
Menurut dia, kontribusi KAHMI kepada pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual alumni HMI untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
“KAHMI ingin hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai kekuatan intelektual yang ikut berpikir, menawarkan solusi, dan memberikan kontribusi bagi perjalanan bangsa,” katanya.
