Jakarta | Informasi TV  –  Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto pada kegiatan Refleksi Mahkamah Agung Tahun 2025 resmi melaporkan bahwa MA telah menjatuhkan sanksi disiplin terhadap 192 orang yang berada di lingkungan peradilan sepanjang tahun 2025

Sunarto melaporkan terkait pengawasan yang telah dilakukan lembaganya. Dalam kaitan ini, pihaknya menerima sebanyak 5.550 pengaduan. Dari jumlah tersebut sebanyak 4.130 pengaduan atau 74,41% telah selesai diproses. Sedangkan sisanya sebanyak 1.420 pengaduan masih dalam proses penyelesaian.

 “Adapun jumlah hakim dan aparatur pengadilan yang menerima sanksi hukuman disiplin sepanjang tahun 2025 berjumlah sebanyak 192 orang. Dengan rincian, 85 orang hakim dan 107 orang aparatur kepaniteraan, kesekretariatan, dan PPNPN,” ujar Sunarto di Balairung MA, Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Untuk jenis sanksi disiplin yang dijatuhkan terhadap 192 orang tersebut bervariasi. Ada yang mendapat sanksi berat sebanyak 45 orang, sanksi sedang 46 orang, dan sanksi ringan sebanyak 101 orang, ucap Sunarto
Sunarto juga melaporkan data terkait jumlah usul penjatuhan sanksi dari Korupsi Yudisial (KY) periode tahun 2025 sebanyak 36 usulan, dengan jumlah hakim yang diusulkan untuk dijatuhi sanksi hukuman disiplin sebanyak 61 orang.
Dari jumlah tersebut, 9 berkas telah ditindaklanjuti, 17 berkas tidak dapat ditindaklanjuti, dan 10 berkas masih dalam proses tindak lanjut.
 “Adapun hasil dari tindak lanjut yang telah rampung, terdapat 12 orang hakim yang dikenakan hukuman disiplin berdasarkan rekomendasi Korupsi Yudisial. Sedangkan 27 orang hakim yang tidak dapat dijatuhi sanksi sebab menyangkut materi pengaduan berkaitan dengan teknis yudisial dan substansi atau pertimbangan hukum putusan hakim,” ungkapnya
Sunarto mengjelaskan ada tiga faktor utama, pemicu penyimpangan dan korupsi Yudisial yakni; Kebutuhan(needs), Kesempatan (chance) dan keserakahan (greed).
“Ketiga faktor diatas harus dipahami secara komprehensif, agar upaya pencegahaan dab penindakan dapat dilakukan secara tetap, terukur dan berkeadilan”, tutur Sunarto
Diakhri laporannya Sunarto berkata ;”Teruslah mengabdi, tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi, tanpa mengharapkan apresiasi. Jangan menunggu sempurna, untuk melayani secara paripurna. Justru ditengah keterbatasan,tulusnya pengandian akan semakin berkesan“. (Rk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *