Jakarta | Informasi TV – Polda Metro Jaya mengungkap sosok pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Pengungkapan kasus ini didasarkan pada pendekatan Scientific Crime Investigation oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Pihaknya berhasil mengidentifikasi para pelaku di balik aksi keji tersebut.
Keberhasilan ini berawal dari penelusuran mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta jalur pelarian pelaku.
Penyidik berhasil memetakan pergerakan para aktor, baik sebelum maupun sesudah penyiraman terjadi.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan satu bukti krusial yang ditemukan adalah rekaman digital yang memperlihatkan wajah jelas salah satu pelaku sesaat sebelum beraksi.
Saat itu, pelaku terpantau belum mengenakan helm. Data ini kemudian disinkronkan dengan database kepolisian.
“Kami melakukan analisa secara mendalam dan scientific. Dari rekaman CCTV, ditemukan kecocokan identitas yang sangat kuat, mulai dari wajah pelaku hingga pakaian yang digunakan, yang identik dengan saat kejadian. Berdasarkan keterangan 15 saksi dan sinkronisasi dengan database Polri, kami telah mengidentifikasi dua pelaku utama dengan inisial BHWC dan MAK,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya di Gedung Promoter Polda Metro Jaya pada Rabu (18/3/2026).
Penyelidikan polisi tidak berhenti pada dua nama tersebut. Berdasarkan fakta lapangan, muncul dugaan kuat adanya keterlibatan pihak lain, dengan estimasi pelaku bisa lebih dari empat orang.
Karena adanya indikasi keterlibatan oknum anggota militer, Polda Metro Jaya secara profesional telah menyerahkan penanganan perkara ini kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI demi menjamin keadilan yang tanpa pandang bulu.
Informasi ini diperkuat oleh pernyataan resmi Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto.
Dalam jumpa pers di Mabes TNI, terungkap bahwa empat orang telah diamankan, di mana tiga di antaranya merupakan perwira.
“Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES,” papar Yusri saat merinci identitas pelaku yang terlibat.
Meski penanganan pelaku militer diserahkan ke Puspom TNI, jajaran Polda Metro Jaya menegaskan akan terus menjalin komunikasi intensif untuk memastikan seluruh fakta hukum terintegrasi dengan baik.
