Jakarta | Informasi TV – Peran utama dalam film Yohanna, Laura Basuki bercerita terkait pengalaman dirinya ketika menjalani proses syuting film terbarunya di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Laura mengaku pada saat syuting banyak mempelajari hal baru demi mendalami karakter bernama Yohana.
“Salah satu kebahagiaan menjadi seorang aktor itu banyak hal-hal baru yang bisa dipelajari. Dan film ini salah satu yang meng-unlock new skills saya paling banyak,” ungkap Laura Basuki di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (03/04)
“Banyak banget hal-hal baru yang nggak mungkin saya lakukan di kehidupan nyata kalau bukan karena tawaran film,” tambahnya.
Selain dituntut menguasai berbagai keahlian fisik, Laura juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Sumba. Meski medan di sana dinilai cukup menantang dan berbeda dari lokasi syuting pada umumnya, ia merasa semuanya terasa ringan berkat dukungan warga setempat.
“Di sana semuanya terasa ringan karena orang-orangnya begitu ramah, baik, menyambut dengan positif. Ada syuting juga mereka ikut tertib, nontonin dengan tenang,” ceritanya.
Kedekatan Laura dengan warga lokal, khususnya anak-anak Sumba, ternyata meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Ia bahkan menceritakan bahwa momen perpisahan setelah proses produksi selesai diwarnai dengan isak tangis.
“Malah waktu selesai syuting kita pada nangis-nangisan, kayak aduh sedih banget ya untuk berpisah, karena punya banyak sekali memori yang menyenangkan ketika syuting di Sumba,” tuturnya.
Ketika ditanya mengenai proses pendalaman karakter Yohanna yang diperankannya, Laura menjelaskan bahwa ia tidak membutuhkan waktu riset yang terlalu panjang. Menurutnya, naskah atau skenario film tersebut sudah ditulis dengan sangat kuat.
Meski demikian, untuk memberikan penampilan yang maksimal, ia tetap melakukan riset mendalam dengan berinteraksi langsung bersama narasumber yang relevan.
“Aku juga sempat ngobrol dengan beberapa suster tentang perjalanan spiritual mereka,” jelas Laura.
Selain itu, ia juga meluangkan waktu khusus untuk berlatih instrumen musik dan mengemudi. Ia mengambil beberapa sesi latihan gitar hanya untuk memastikan dirinya fasih memainkan lagu Haleluya di depan kamera agar terlihat natural.
Sementara untuk keperluan adegan berkendara, Laura harus beradaptasi dengan kondisi geografis Sumba yang menantang.
“Belajar mobil pick up truck waktu di Sumba, karena jalanannya kan lumayan kecil dan berbatu, jadi sempat kayak ada satu hari cobain keliling pakai mobil itu,” pungkasnya. Totalitas sang aktris dalam proyek ini pun menuai apresiasi.
Sinopsis Yohanna
Yohanna (Laura Basuki) mengisahkan seorang biarawati muda bernama Yohanna yang berangkat ke Sumba untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan niat tulus dan keyakinan kuat pada panggilan pelayanannya, ia meminjam sebuah truk untuk mengangkut donasi. Namun misi tersebut berubah menjadi krisis ketika truk berisi bantuan itu dicuri, memaksanya turun langsung ke lapangan untuk mencarinya kembali.
Dalam proses pencarian, Yohanna merasakan realitas sosial yang keras, serta sistem yang penuh ketidakadilan. Ia bertemu dengan anak-anak yang berjuang untuk hidup dan terjebak dalam pekerjaan berbahaya, termasuk seorang gadis muda yang kemudian membantunya.
Pengalaman ini mengguncang pandangannya tentang pelayanan dan iman, karena ia menyaksikan langsung penderitaan yang sebelumnya hanya ia pahami secara teoretis.
Pada akhirnya, pencarian truk menjadi perjalanan batin. Yohanna tidak hanya menghadapi tantangan eksternal, tetapi juga krisis keyakinan dan identitas dirinya sebagai biarawati. Melalui perjumpaannya dengan mereka yang tertindas, ia menemukan pemahaman baru tentang makna iman, pengorbanan, dan kemanusiaan.
Film Yohanna sendiri akan mulai tayang pada 9 April mendatang dengan menampilkan juga Jajang C. Noer, Kirana Grasela hingga Iqua Tahlequa.
