InShot 20261002

Tanggerang Selatan| Informasi TV– Dalam rangka memperingati hari Batik Nasional, Pendopo Indonesia bersama Batik Indra Loka mengelar acara eklusif Trunk Show yang bertempat di Pendopo, Living World Alam Sutera Lantai 2, Tangerang Selatan, Jumat (02/10/2026).

Acara yang menampil sekitar 30 koleksi busana yang diperuntukkan untuk anak-anak, pria dan wanita dewasa dari Batik Indra Loka ini, mengangkat The Premiere of Our New Collection “Saun Tara”.

Batik Indra Loka sendiri sudah hadir menjadi produsen busana batik Indonesia sejak tahun 1936 dan hingga saat ini memasuki generasi yang ketiga. Koleksi Batik Indra Loka memadukan nilai tradisi dengan sentuhan elegan dan modern.

Lie Kok Tie, penerus ketiga dari Batik Indra Loka mengatakan berterimakasih kepada pihak Pendopo yang sudah memfasilitasi dan semua pihak yang mendukung acara tersebut.”Batik Indra Loka berdiri sejak 1936. Selama ini, kami dari Batik Indra Loka mengedepankan pelayanan dan menjaga kualitas, hal inilah yang diprioritaskan oleh kami. Itulah yang membuat Batik Indra Loka bisa eksis sampai saat ini. Batik Indra Loka sendiri perjalanannya sampai saat ini mengusung tema batik unik dan modern. Kita memakai pola model sebelumnya, disesuaikan dengan tren saat ini,” ujar Lie Kok Tie pada saat memberikan kata sambutan.

Lie Kok Tie juga mengajak agar warga Indonesia jika ingin terus melestarikan warisan budaya batik,setidaknya dalam seminggu memakai busana batik seminggu 2 kali atau 2 hari agar bisa mengenalkan batik ke semua pihak.

“Batik merupakan warisan budaya kita Indonesia dan hanya kita yang miliki nya di seluruh dunia. Oleh karena itu saya mengajak agar kita mengenalkan batik ke dunia luas lagi, dimulai dengan memakai busana batik minimal 2 hari selama seminggu sehingga bisa menjadi trend mode bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia,” kata Lie Kok Tie

InShot 20261002
Koleksi Batik Indra Loka ; Saun Tara

Hal senada juga disampaikan oleh Ni Luh Putu Laura Sarassita, Head of Pendopo. Ia mengatakan bahwa acara Saun Tara collection premiere bersama Pendopo dan Batik Indra Loka menjadi kesempatan untuk merayakan batik menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

“Bagi pendopo, batik bukan hanya sekedar motif atau produk yang wariskan, tetapi bagaimana batik bisa terus hidup ketika menemukan tempat di dalam masyarakat dan hal tersebut membuat kami melihat, bahwa dalam perjalanan hidup dari Batik Indra Loka yang telah hadir sejak tahun 1936 yang telah bertahan selama 3 generasi dan terus berkembang di lintas generasi menjadi inspirasi tersendiri,” ungkap Ni Luh Putu Laura Sarassita.

Dengan beradaptasi mengikuti perkembangan jaman, Ni Luh Putu Laura Sarassita mengatakan bahwa Batik Indra Loka menujukan bahwa karya dapat menjaga karakternya dan terus menemukan relavansinya di setiap generasinya.

“Melalui 30 koleksinya ready to wear yang kita lihat sore ini, bahwasanya Saun Tara membawa moment di berbagai kehidupan dari keseharian sampai moment spesial sehingga batik bisa dekat dengan kehidupan bermasyarakat. Bagi Pendopo memperkenal Saun Tara merupakan bagian dari upaya kami untuk terus membuka ruang bagi brand dan karya lokal agar dapat lebih di kenal dan dekat dengan masyarakat. Kami berharap kolaborasi bisa menjadi perjalanan baru bagi batik indra loka untuk terus berkembang sekaligus membawa cerita dan karya batik bagi lebih banyak generasi,” katanya.

 

Fashion Show "Saun Tara"
Koleksi Batik Indra Loka “Saun Tara”

Sedangkan Perwakilan Pabrik Cambric Gabungan Koperasi Batik Indonesia atau PC GKBI, Agus Burhanudin mengatakan bahwa Batik adalah budaya budaya.”Budaya batik memang harus di pertahankan dan harus diusahakan untuk masyarakat Indonesia. Masyarakat harus memakai batik karena mencintai budaya itu salah satunya mencintai batik, karena Batik itu adalah Indonesia.”

“Kami dari PC GKBI merupakan bergerak di bidang produk kain batik yang hadir di acara ini memberikan apresiasi kepada Batik Indra Loka,” pungkas Agus. (Rk).

admin

By admin