Jakarta | Informasi TV – Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) menggelar aksi demo selama dua hari berturut-turut di depan Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jakarta Selatan, Selasa(13/10/2026)
Aksi tersebut dilakukan untuk menagih komitmen dan janji Menteri ATR/BPN terkait penyelesaian berbagai persoalan sengketa tanah yang dialami para anggota FKMTI di sejumlah wilayah Indonesia.
Korban Mafia Tanah Medan
Perwakilan ahli waris tanah Alm. Binsar Panggabean, Herlambang yang merupakan korban mafia tanah dari Medan mengatakan alasannya kenapa selama dua hari terus melakukan aksi demo
“Kami kemarin (12/10/2026) sudah melakukan aksi demo, tetapi belum mendapatkan tanggapan yang pasti dari pihak kementerian ATR/BPN, makanya hari ini saya kembali melanjutkan aksi demo ini”, ujar Herlambang
“Disini saya datang bersama-sama teman-teman para korban mafia tanah juga tetapi herannya dari pihak kementerian ATR/BPN tidak mengizinkan ke dua teman saya Korban mafia tanah dari Kalimantan Selatan dan Jakarta untuk bisa menemui pihak kementerian ATR/BPN dan hanya saya saja yang boleh bertemu mereka, Ada apa ini?”, ujar Herlambang menambahkan
Kami berlima ini sudah pernah RDP dengan komisi 2 DPR RI tahun 2025 yang mengjelaskan jika tanah kami tidak tumpang tindih dan kami punya surat irjennya, saya juga mohon untuk komisi 2 DPR RI untuk respon cepat balas surat sanggahan FKMTI, tegas Herlambang
Korban Mafia Tanah Kalimatan Selatan
“Tanah saya di Banjar, Kalimatan Selatan tidak tumpang tindih dan saya punya surat Irjen, yang mana tanah saya saat ini digunakan oleh mafia tanah dan sebenarnya mereka juga sudah kena saksi adminitrasi”, ujar Treeswaty Lanny Susatya merupakan Korban Mafia tanah dari Banjar, kalimantan Selatan
Terkait kasus tanah saya yang tak kunjung selesai selama 13 tahun, makanya saya memohon untuk irjen bisa turun kembali periksa kembali tanahnya karena saya merasakan banyak rekayasa dan ketidakadilan untuk saya, ungkap Lanny
Kami hari ini merasa satu perjuangan dengan Herlambang dan kami sudah senang jika bapak menteri ATR/BPN mau mengeluarkan SK pembatalan SHM dan SHBG PT Musim Mas, yang berarti nantinya pasti SK pembatalan untuk Saya dan Annie bisa mendapatkan yang sama
Tetapi sayang sampai sore ini dari hasil mediasi dengan pihak kementerian ATR/BPN tidak di respon baik dan SK pembatalan tersebut sampai sore ini pukul 15.30 WIB SK pembatalan tersebut masih di tahan oleh pihak Kementerian ATR/BPN, tegas Lanny
Kita berharap di tahun 2026 bisa mendapatkan titik terang dengan ada SK Pembatalan kasus tanah milik Herlambang membuat kami FKMTI jadi semangat
Kami 2 minggu yang lalu sudah bertemu dengan kanwil atas arahan dari pihak kementerian ATR/BPN dan besok(14/10/2026) akan ada expos dan semoga expos ini tidak ada rekayasa, kami dari FKMTI akan terus mengawal kementerian ATR/BPN untuk membersihkan para mafia tanah yang sangat merugikan masyarakat
Korban Mafia Tanah di Jakarta
“Saya sudah mendapat surat dan semua lampirannya dari Irjen bahwa tanah saya dengan PT Jaya Konstruksi berbeda lokasinya”, ujar Annie Sri Cahyani
Saya hadir disini ingin bertanya kepada Ilias Tedjo selaku Dirjen PSKP bahwa kenapa tanah saya dikatakan tumpang tindih?
Melalui aksi ini, FKMTI berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus-kasus pertanahan yang diperjuangkan para anggotanya, serta mendorong langkah konkret dalam penyelesaiannya agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan hak atas tanah mereka.
