Jakarta | Informasi TV – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04/2026) diduga dipicu insiden taksi listrik Green SM Indonesia yang tertemper KRL di perlintasan sebidang JPL 85—dekat lokasi kejadian. Namun, pemerhati transportasi melihat persoalan yang lebih pelik.
Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan penyelidiknya di lapangan menandai dibukanya investigasi.
Sejauh ini, sedikitnya 14 orang meninggal dan puluhan lainnya luka setelah Kereta Api 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.50 WIB.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi 14 orang. “Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby dalam keterangannya, selasa,(28/04/2026)
Atas kejadian ini lalu lintas perjalanan Kereta Api di lintas Jakarta sampai Cikarang dapat dikatakan terhenti total.
Presiden Prabowo Subianto pada Selasa pagi (28/04) menyempatkan hadir di RSUD Bekasi, salah satu rumah sakit korban luka dirawat. Ia memerintahkan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang.
