Jakarta | Informasi TV – Program Gerakan Masjid Bersih (GMB) kembali digelar selama Ramadan 2026. Memasuki tahun ke-10, inisiatif WIPOL ini tercatat telah menjangkau lebih dari 324 ribu masjid di berbagai wilayah Indonesia. Pada tahun ini, kegiatan bersih-bersih dilaksanakan di 54 ribu masjid yang tersebar di 12 provinsi, dengan 50 persen alokasi donasi difokuskan ke wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra.

Director of Communications, Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kebersihan rumah ibadah sekaligus memperhatikan peran marbot.

“Selama 10 tahun, Gerakan Masjid Bersih menjadi komitmen jangka panjang WIPOL untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami percaya masjid yang bersih dan nyaman tidak terlepas dari peran marbot yang bekerja dengan penuh dedikasi setiap hari,” ujar Nurdiana Darus dalam konferensi pers di Masjid Al-Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga pusat aktivitas sosial dan kebersamaan masyarakat. Karena itu, keberadaan marbot menjadi elemen penting dalam menjaga kenyamanan jamaah, mulai dari membuka dan menutup masjid, membersihkan ruang salat, menyiapkan fasilitas wudu, hingga memastikan keamanan lingkungan setelah kegiatan selesai.

“Peran marbot tidak hanya memastikan fasilitas ibadah dalam kondisi optimal, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan keagamaan di masjid,” kata Nurdiana Darus.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dr. H. Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi program ini. Menurut dia, penghargaan terhadap marbot merupakan bagian dari menjaga kehormatan masjid itu sendiri.

“Di balik kenyamanan dan kebersihan masjid, ada peran marbot yang bekerja dengan penuh tanggung jawab setiap hari. Menghargai dan mendukung marbot berarti kita turut menjaga kehormatan dan fungsi masjid,” ujar Dr. H. Rahmat Hidayat.

Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI, Jusuf Kalla,  dalam siaran tertulis menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi keagamaan dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Acara Program Gerakan Masjid Bersih (GMB) Ramadan 2026  dihadiri oleh Head of Marketing Home Care Unilever Indonesia Berto Kotze, President Director Unilever Indonesia Benjie Yap, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI H. Rudiantara, figur publik Fadil Jaidi, serta Saidi M. Soleh sebagai perwakilan marbot.

 

Melalui kampanye #BerikanWaktuUntukKebaikan, WIPOL menyatakan akan mendonasikan 2,5 persen dari keuntungan penjualan produknya untuk mendukung kesejahteraan marbot. Dukungan tersebut diwujudkan dalam penyaluran 54 ribu paket kebersihan ke masjid di berbagai daerah, pemberangkatan dua pasang marbot untuk ibadah umrah, serta pemberian tunjangan hari raya (THR) mudik bagi 20 marbot. Sebelumnya, program serupa telah dilakukan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan memberangkatkan 100 marbot pulang kampung.

Sementara itu, Fadil Jaidi mengaku baru menyadari besarnya dedikasi marbot setelah terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

“Selama ini kita sering menikmati masjid yang bersih tanpa benar-benar memikirkan siapa yang menjaganya. Setelah bertemu dan melihat langsung bagaimana marbot bekerja, saya sadar bahwa kebersihan itu adalah hasil dari waktu, tenaga, dan dedikasi yang konsisten,” kata Fadil Jaidi.

Tak hanya menjangkau masyarakat secara langsung, program ini juga merambah generasi muda melalui pendekatan digital. WIPOL menghadirkan pengalaman interaktif di platform gim Roblox agar anak muda dapat merasakan simulasi membersihkan masjid secara virtual.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi publik, Gerakan Masjid Bersih diharapkan terus berkembang sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan demi mendukung kebersihan masjid dan kesejahteraan marbot di seluruh Indonesia. (Rk)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *